Kalau pena itu adalah nafas, Maka menulis adalah paru-parunya.


Breaking News

Rabu, 10 Januari 2018

Berdiskusi Dengan Pagi

_BERDISKUSI DENGAN PAGI_


Langit buta gulita dengan cahaya rembulan sisa jaga malam dan ratusan titik sinar setiap kutengok sekelilingnya
cukup syahdu duduk di beranda bersama dingin yang setia sesaat datang dan pergi, entah ia akan datang kembali atau selamanya pergi
memeluk berjuta fikiran yang entah pada apa, berkecamuk memenuhi ruang hampa banyak noda tak terjamah oleh nurani
yang pasti secangkir kopi hangat begitu menginspirasi saat berdiskusi dengan pagi, entah sendiri dalam bimbang atau ratusan bintang yang hanya tertawa manis atau mencibir tak pasti
tentang hari yang terlewat dan berlalu begitu saja dengan sekelumit pertanyaan yang tak pernah terjawab "apa yang telah kulakukan hari ini?"..
Pagi, mari kita berdiskusi
Bersahabatlah sejenak, bantu aku menemukan hari, dimana sisa-sisa lelah semalam kutumpuk padamu
Raut mukaku berwajah lelah namun senyumku tetap optimis pada ujung dunia yg entah akan sampai
Pagi, mari kita berdiskusi
Sebelum kokok berteriak, aku mohon jaga rahasia kita, tentang mimpi dan harapan yang terpaut dalam do'a,
Aku ingin matiku di kenang dalam pusara sejarah yang tak berubah
Pagi, mari kita berdiskusi, sebelum matahari terbangun,
Titipkan pesan pada angin untuk memeluk hangat semangatku,
Agar lelah ia tak pudar, agar ia kokoh tegar
Titipkan pesan pada angin kalau ia akan menjaga ku hingga semua nafas ringan, hingga mudah melangkah dan menggapai tujuan
Pagi, mari kita berdiskusi!..
Sampun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By